Rabu, 07 April 2010

Tips Cara Membina Karier dan Mendapatkan Pekerjaan

Sebenarnya mencari pekerjaan itu gampang-gampang susah, ada yang dapat pekerjaan dengan mudah, ada juga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Menjadi pengusaha juga tidak mudah, selain perlu modal, nyali untuk mengambil risiko, ketrampilan atas bidang usahanya, pengetahuan yang cukup dan lainnya. Tapi lebih sulit sebenarnya adalah membina karier itu sendiri sehingga mudah dilirik oleh para pencari kerja.

Berikut akan saya bagikan tips-tipsnya berdasarkan yang umumnya diminta oleh perusahaan:

  1. Bekerjalah di bidang yang saling terkait satu sama lain, dan usahakan menetap di pekerjaan tersebut setidaknya tiga sampai lima tahun dengan pencapaian kenaikan jenjang jabatan secara kontinyu. Misalnya anda masuk sebagai staff, usahakan setidaknya cari kerja baru itu kalau sudah naik level jadi asisten manajer atau manajer. Jangan buru-buru pindah kalau masih di bawah, karena perusahaan tidak melihat prestasi kerja anda jika masih di jabatan yang sama apalagi jika tidak ada pencapaian target-target atau proyek-proyek tertentu.
  2. Perluas jaringan anda, baik melalui teman-teman sekantor, teman sesama alumni baik SMA maupun perguruan tinggi, dan juga asosiasi-asosiasi bisnis dan profesional yang menjadi acuan karier anda, misalnya anda seorang pekerja logistik atau supply chain, aktiflah di asosiasi logistik dan sebagainya.
  3. Bina lah hubungan baik dengan bekas atasan ataupun dengan orang-orang yang masih ataupun pernah bekerja dengan anda. Orang Jepang dan Korea umumnya lebih suka mempekerjakan bawahan atau rekan yang sudah dia kenal lama. Mereka tidak suka dengan orang baru yang belum mereka ketahui etos kerja dan kejujurannya. Apalagi jika track record anda sering berpindah kerja, sulit bekerja di perusahaan mereka.
  4. Jangan bekerja dibidang yang anda tidak sukai dan tidak anda kuasai, karena cepat atau lambat karier anda akan menjadi stagnan dan prestasi kerja anda mundur, kalau sudah begini surat PHK bisa segera tiba.
  5. Boleh saja bekerja di bidang baru yang memberikan anda tantangan jika anda seorang yang sangat cepat belajar (fast learner) dan sangat cepat menguasai keadaan (adaptable), namun jika terlalu berisiko dan anda kurang cepat menguasai bahan pekerjaan lebih baik jangan diambil.
  6. Buatlah CV yang menarik, posisi, jabatan dan rutinitas adalah CV yang membosankan dan bisa saja langsung masuk tong sampah. Tapi buat CV berdasarkan posisi/jabatan pencapaian prestasi kerja anda dan proyek-proyek yang anda kerjakan selama itu. Misalnya selama menjadi manajer keuangan, prestasi anda adalah merapikan proses pembukuan menjadi lebih efisien, meningkatkan pendapatan dari piutang dagang yang sebelumnya tidak tertagih, dan lain sebagainya.
  7. Daftarkan diri anda di situs lowongan kerja online seperti Jobs DB dan Karier.com, dan juga di situs network karier seperti Linkedin.com. Umumnya sekarang para head hunter lebih suka mencari pelamar kerja dari linkedin. Utamanya untuk posisi Senior Manager ke atas dan bagi para eksekutif yang dapat menguasai bahasa asing (minimal Inggris).
  8. Pada saat interview, usahakan berpenampilan rapih dan menarik, tidak tegang, relax, dan menjawab pertanyaan dengan cerdas. Buka paradigma berfikir anda secara luas, jawaban-jawaban yang terlampau teknis dan kaku cenderung membuat malas orang yang mewawancarai anda, bahkan bisa kehilangan mood.

Demikan sekilas tips dari saya, semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan karier anda.

Protected by Copyscape Online Plagiarism Checker

2 komentar:

  1. Pak Alex, bagaimana tipsnya supaya pembicaraan kita dalam setiap wawancara itu tidak terlalu teknis sehingga tidak jadi membosankan?

    BalasHapus
  2. Sorry telat balas Mbak Vicky, begini, supaya wawancara tidak membosankan karena terlalu teknis, sebaiknya kita berbicara garis besar / general saja, namun di bumbui prestasi dan solusi-solusi yang kita ambil.
    Misalkan begini, saya pernah di wawancarai oleh salah satu Perusahaan Distribusi Farmasi tahun 2003, saya bicara umum saja, dan bagaimana saya memecahkan masalah (saat mereka menanyakan), tapi tetap secara umum dan logis tidak terlalu detail. Dan mereka sangat terkesan, sayang saja ekspetasi gaji dari saya tidak sesuai dengan kemauan mereka.

    BalasHapus