Sabtu, 01 Mei 2010

Kekeliruan pemahaman NAB vs NAV dalam Reksadana

Beberapa waktu yang lalu, saat menjelang sidang Tesis, seorang sahabat dan partner berdiskusi, pernah bertanya kepada saya, “yang Pak Alex maksud itu NAB atau NAV? Karena beda lagi”. Saya terdiam sejenak, memandangnya nyaris tak percaya. Karena nyaris setahun mengerjakan dan berdiskusi, yang bersangkutan malah belum tahu juga pemahamannya. Lebih celaka lagi, salah seorang Relationship Manager dari bank terkemuka juga mengatakan hal yang sama. Padahal beliau pemegang lisensi WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksadana).

Agar informasi ini tidak semakin bias dan menyesatkan, marilah kita tinjau secara resmi pengertian dan pemahaman NAV / NAB ini:

  1. Menurut Suara Investor : http://suarainvestor.com/n.html/ pengertian Net Asset Value (Nilai Aktiva Bersih) Nilai total portofolio dikurangi dengan kewajiban-kewajiban dalam portofolio. Dalam konteks valuasi, NAV adalah nilai buku aset perusahaan dikurangi dengan kewajiban-kewajiban (utang) perusahaan. Istilah NAV atau nilai aktiva bersih umum pula digunakan dalam instrumen reksa dana.
  2. Menurut Wikipedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana#Nilai_Aktiva_Bersih NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana.NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.
  3. Menurut Investopedia : http://www.investopedia.com/terms/n/nav.asp In the context of mutual funds, NAV per share is computed once a day based on the closing market prices of the securities in the fund’s portfolio. All mutual funds’ buy and sell orders are processed at the NAV of the trade date. However, investors must wait until the following day to get the trade price.

Dari hal tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan “bahwa NAB atau Nilai Aktiva Bersih Reksadana, adalah pemahaman dari NAV atau Net Asset Value Reksadana. Sehingga bahwa NAB dan NAV adalah satu hal yang sama dan tidak perlu diperdebatkan perbedaannya”.

Mengkhawatirkan, karena bahkan dikalangan para pelaku industri Asuransi dan Reksadana, masih banyak marketing team dan sales person yang tidak menguasai materi tersebut, termasuk tata cara perhitungan dan perpajakannya.

Semoga tulisan ini, dapat membawa pencerahan dan agar tidak membingungkan calon investor.

Protected by Copyscape Online Plagiarism Checker

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar